29 November 2018

Lawak dan Sinisme (Lain) Terhadap Politik


Nggruthu.com - Begitulah ............. !!

Acara Parodi Politik Sentilan Sentilun dan acara sejenisnya, justru melawan dengan melawak. Sayatannya, sayatan daging, masyarakat bisa ketawa, jualan pun terjual pula. ada sarkasme dan sinisme dalam bahasa "ketawa" yang terkandung didalamnya.

Dengarlah, ketika Butet Kertaradjasa (Sentilan Sentilun) berkisah dengan sedikit improvisasi : Bertanyalah seorang anak 10 tahun pada si ayah, "Ayah, apa itu politik?" Sebuah pertanyaan "high" bagi anak seusianya. Setelah cukup lama terdiam, sang ayah-pun menjawab dengan improvisasi, "Politik itu seperti keluarga kita.

Ayah mendapatkan uang untuk keluarga kita, ayah adalah KAPITALIS. Sedangkan IBUmu memakai uang yang ayah cari itu untuk menguruskan keluarga kita, jadi IBU adalah NEGARA. Sedangkan, kak IRA (nama imajiner : Pembantu Rumah Tangga) adalah golongan pekerja.

Kamu adalah rakyat dan adik kamu adalah generasi masa depan. Lai paham wang ??" Si anak bingung. Ia tak paham sedikitpun. Lantas si ibu menyela, "Tak apa, malam ini waktu hendak tidur, kamu fikirkan apa yang ayah ucapkan itu, kemudian coba pahami. Oke. ayo, habiskan makanan, cuci kaki, gosok gigi ... bobok !"

Si Anak yang 10 tahun ????? ........... semalaman si anak berusia 10 tahun itu tidak dapat lelapkan matanya gara-gara memikirkan, apa itu politik.
Ia resah, dan mengambil kesimpulan, "ingin tidur dekat ayah dan ibunya". Ketika sampai di kamar orang tuanya itu, si anak melihat ibunya telah lena-lelap, sementara sang ayah entah kemana.

Akhirnya, ia mengambil keputusan, "tidur saja di kamar Kak IRA (si pembantu rumah tangga). Ketika ia membuka kamar si pembantu, terlihat ayahnya lagi main "cacing gila" dengan si Kak IRA. Terpana, ia lantas menuju kamarnya. Tidur !!

Sewaktu bersarapan esok pagi, si ayah bertanya, "Sudah tahu apa itu politik?"

Si anak menjawab dengan ketus, "sudah !".

Si anak tanpa mengangkat muka melihat ayah dan ibunya, dengan tenang menjawab. "Sewaktu NEGARA sedang asyik tidur, golongan KAPITALIS menodai golongan PEKERJA. Akibatnya rakyat diabaikan dan masa depan bergelumang najis ! Itulah POLITIK".

28 November 2018

4 Kemiripan Gerakan Copy Paste Suriah di Indonesia


Nggruthu.com - Jakarta - Krisis politik dan kemanusiaan yang bermula sejak 2011 telah meluluhlantakkan banyak negara Timur Tengah, seperti Libya, Tunisia, Yaman, dan Suriah. Gerakan propaganda kelompok radikal yang mengatasnamakan revolusi (thaurah) ini sudah berkepanjangan dan gagal memenuhi janji-janji manisnya, berupa keadilan dan kesejahteraan.

Gerakan yang dimotori kelompok-kelompok pro-kekerasan ini memang awalnya memikat, karena dibungkus dan disembunyikan di balik kedok-kedok retorik. Media Barat sampai menyebut gerakan mereka sebagai Musim Semi Arab (Arab Spring/al-Rabi' al-'Arabi), digambarkan sebagai proses demokratisasi, berlawanan dengan kenyataan yang kemudian tampak, yaitu islamisasi versi khilafah atau khilafatisasi. Berdirilah kemudian khilafah di Suriah, Irak, dan Libya. Ikhwanul Muslimin saat itu memenangkan pemilu di Mesir dan Tunisia.

Demi kepentingan sesaat dan ketika sudah terdesak, mereka memang gemar menggunakan slogan-slogan demokrasi, semisal mereka akan mengerek tinggi-tinggi panji kebebasan ketika perbuatan melanggar hukum mereka ditindak, karena yang sedang dilakukan oleh mereka sejatinya adalah membajak demokrasi. Sejak awal mereka meyakini bahwa demokrasi adalah produk kafir, maka kapan saja ada waktu mereka akan menggerusnya.

Keberhasilan kelompok radikal dalam membabakbelurkan Timur Tengah menginspirasi kelompok radikal di berbagai belahan dunia lain. Jejaring mereka semakin aktif di Asia, Eropa, Afrika, Amerika sampai Australia, berusaha memperluas kekacauan ke berbagai wilayah, dengan harapan bisa mewujudkan cita-cita utopis mereka; mendirikan khilafah di seluruh muka bumi.

Wacana syrianisasi kemudian sampai ke Indonesia, semakin ramai disuarakan pada tahun-tahun belakangan, paling tidak mulai 2016. Banyak pihak mensinyalir ada gerakan-gerakan yang berusaha menjadikan Indonesia jatuh ke dalam krisis sebagaimana menimpa Suriah.

Fakta-fakta kemudian bermunculan; banyak pola krisis Suriah yang disalin oleh kelompok radikal, menjadi sebuah gerakan-gerakan di Indonesia. Jaringan-jaringan kelompok radikal di Indonesia juga semakin terang terkoneksi dengan aktor-aktor krisis Suriah. Sebagai contoh Indonesian Humanitarian Relief (IHR), lembaga kemanusiaan yang dipimpin seorang ustaz berinisial BN, yang logistiknya digunakan untuk mendukung Jaysh al-Islam, salah satu kelompok teroris di Suriah.

Pola men-Suriah-kan Indonesia setidaknya tampak dalam beberapa pergerakan berikut;


1. Politisasi agama. 


Indikasi menguatnya penggunaan kedok agama demi kepentingan kekuasaan, sebagaimana pernah dilakukan di Suriah, terlihat dalam banyak hal, di antaranya adalah penggunaan masjid sebagai markas keberangkatan demonstran. Jika di Damaskus masjid besarnya Jami' Umawi, maka di Jakarta Masjid Istiqlal.

Adakah yang pernah menghitung, berapa kali Masjid Istiqlal diduduki pelaku berangkat demonstrasi? Pelaksanaannya pun kebanyakan di hari Jumat seusai waktu Salat Jumat, didahului dengan hujatan politik di mimbar kotbah, sehingga mengelabui pandangan masyarakat terhadap agama yang sakral dan politik yang profan. Persis dengan apa yang pernah terjadi di Suriah menjelang krisis. Masjid pun berubah menjadi tempat yang tidak nyaman, gerah, dan tidak lagi menjadi tempat 'berteduh'.

Hari Jumat, yang semestinya menjadi hari ibadah mulia, berubah menjadi hari-hari politik dan kecemasan, atas kekhawatiran terjadinya chaos. Muncul kemudian istilah "Jumat Kemarahan" sebagai ajakan meluapkan kemarahan di hari Jumat --bukankah itu hanya terjemahan dari "Jumat al-Ghadab" yang pernah menjadi slogan politik pemberontak Suriah, diserukan oleh Yusuf al-Qardhawi, tokoh Ikhwanul Muslimin?

2. Menghilangkan Kepercayaan Kepada Pemerintah. 


Dilakukan dengan terus-menerus menebar fitnah murahan terhadap pemerintah. Sesekali presiden Suriah Basyar al-Assad dituduh Syiah, sesekali dituduh kafir, dan pembantai Sunni. Kelompok makar bahkan menghembuskan isu bahwa al-Assad mengaku Tuhan, disebarkanlah foto bergambar poster al-Assad dengan beberapa orang sujud di atasnya.

Dalam konteks Indonesia, Anda bisa mengingat-ingat sendiri, presiden Indonesia pernah difitnah apa saja, mulai dari Kristen, Cina, Komunis, anti-Islam, mengkriminalisasi ulama, dan sederet fitnah lainnya. Tidak usah heran dengan fitnah-fitnah tersebut, yang muncul dari kelompok yang merasa paling 'Islam', karena bagi mereka barangkali fitnah adalah bagian dari jihad yang misinya mulia, dan ciri universal pengikut Khawarij adalah mengkafirkan pemerintah.

3. Pembunuhan Karakter Ulama. 


Dalam proses menghadapi krisis, ulama yang benar-benar ulama tidak lepas dari panah fitnah, bahkan yang sekaliber Syeikh Sa'id Ramadhan al-Buthi, yang pengajiannya bertebaran di berbagai saluran televisi Timur Tengah, kitabnya mengisi rak-rak perpustakaan kampus-kampus dunia Islam, dan fatwa-fatwanya menjadi rujukan. Begitu berseberangan pandangan politik dengan mereka, seketika dituduh sebagai penjilat istana dan Syiah (padahal beliau adalah pejuang Aswaja yang getol), hingga berujung pada syahidnya beliau bersama sekitar 45 muridnya di masjid al-Iman Damaskus, saat pengajian tafsir. Beliau dibom karena pandangan politik kebangsaannya yang tidak sama dengan kelompok pembom bunuh diri.

Jika demikian yang terjadi di Suriah, kira-kira Anda paham kan dengan apa yang terjadi di Indonesia, kenapa Buya Syafi'i Ma'arif dianggap liberal, KH. Mustofa Bisri juga dianggap liberal, Prof Quraish Syihab dituduh Syiah, Prof Said Aqil Siraj juga dituduh Syiah, bahkan KH. Ma'ruf Amin atau TGB Zainul Majdi yang pernah dijunjung-junjung oleh mereka, kini harus menanggung hujaman-hujaman fitnah dari kelompok yang sama, ketika propaganda politiknya tidak dituruti? Setelah ulama yang hakiki, mempunyai kapasitas keilmuan yang cukup, mereka bunuh karakternya, maka mereka memunculkan ustaz-ustazah dadakan yang punya kapasitas entertainer yang hanya mampu berakting layaknya ulama.

4. Meruntuhkan Sistem dan Pelaksana Sistem Negara. 


Misi utama kelompok radikal adalah meruntuhkan sistem yang ada, dan menggantinya dengan sistem yang ideal menurut mereka, yaitu khilafah atau negara yang secara formalitas syariah, meski substansinya tidak menyentuh syariah sama sekali.
Khilafah bagi mereka layaknya 'lampu ajaib' yang bisa memberi apa saja dan menyelesaikan masalah apa saja. Tidak sadar bahwa berbagai kelompok saling membunuh dan berperang di Timur Tengah karena sedang berebut mendirikan khilafah, dan ujungnya adalah kebinasaan.

Saat kelompok makar di Suriah berusaha meruntuhkan sistem dan pelaksana negara, mereka mengkampanyekan slogan al-sha'b yurid isqat al-nizam (rakyat menghendaki rezim turun) dan irhal ya Basyar (turunlah Presiden Basyar). Slogan dengan fungsi yang sama di-copy paste oleh jaringan mereka di Indonesia, jadilah gerakan dan tagar '2019 Ganti Presiden'!

Syrianisasi sedang digulirkan di negara kita. Pola-pola yang sama ketika kelompok radikal menghancurkan Suriah sedang disalin untuk menghancurkan negara kita. Bedanya Suriah sudah merasakan penyesalan dan ingin rekonsiliasi, merambah jalan panjang membangun kembali negara mereka. Sedangkan, kita baru saja memulai. Jika kita tidak berusaha keras menghadang upaya mereka, maka arah jalan Indonesia menjadi Suriah kedua hanya persoalan waktu. Semoga itu tidak pernah terjadi.

M. Najih Arromadoni alumnus Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus dan Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami)

Artikel ini dimuat di detik.com dengan judul: Radikalisme: Antara Suriah dan Indonesia

24 November 2018

Koleksi Kutipan Whatsapp, Status Facebook dan Massanger


Nggruthu.com - Anda Sedang Mencari kutipan sarkastik dan status sarkastik untuk whatsapp dan Facebook? Jika ya, maka Anda berada di tempat yang tepat.
Saya memiliki koleksi kutipan sarkastis dan unik yang unik dan terbaru, yang dapat Anda salin dan tempelkan Sebagai Facebook, Twitter, Instagram, dan WhatsApp.

Menurut Google Sarkasme berarti "penggunaan ironi untuk mengejek atau menyampaikan penghinaan".
Saya yakin Anda akan mengetahui segala sesuatu tentang sarkasme dan bersikap sarkastik. . 

Kutipan dan ucapan di Jejaring sosial tidak lari dari ini, dan frasa sarkastik terbaik juga dapat terjadi di WhatsApp. Ketahui beberapa frasa sarkastis ini dan terapkan di mana pun Anda suka..

Quotes sarkastik.   


  • Anda sama bergunanya dengan krayon putih. 
  • Cahaya berjalan lebih cepat daripada suara. 
  • Inilah sebabnya mengapa beberapa orang tampak cemerlang sampai mereka berbicara. 
  • Diam adalah emas. lakban adalah perak. 
  • Kekerasan tidak akan menyelesaikan apapun ... Tapi itu pasti membuatku merasa baik. 
  • Anda pergi gadis! Dan jangan kembali. 
  • Saya sedang sibuk sekarang, bisakah saya mengabaikan Anda lain kali? 
  • Saya tidak pernah melupakan wajah, tetapi dalam kasus Anda saya akan senang membuat pengecualian. Pikir saya sarkastik? Lihat aku pura-pura peduli! 
  • Terima kasih telah meninggalkanku ketika aku sendirian ... Aku sadar aku bisa melakukan banyak hal tanpa dirimu. 
  • Saya akan mencoba menjadi lebih baik jika Anda mencoba menjadi lebih pintar. 
  • Jangan mengharapkan apa pun dan Anda tidak akan pernah kecewa! 
  • Aku minta maaf ketika kamu berbicara aku mencoba untuk mencari tahu dari mana kamu mendapatkan ide yang aku pedulikan. 
  • Di sisi lain, Anda memiliki jari-jari yang berbeda. 
  • Saya pikir saya telah melihat puncak kebodohan ... Lalu saya bertemu dengan Anda. 
  • Anda unik seperti orang lain! Temukan kesabaranmu sebelum kehilangan milikku. 
  • Saya bertepuk tangan karena sudah selesai, bukan karena saya menyukainya. 
  • Teruslah bicara, saya menguap ketika saya tertarik. 
  • Anda selalu membantu saya, ketika Anda diam! 
  • Kesetiaan saya tidak dapat dibeli, namun, itu bisa disewa. 
  • Apakah kamu benar-benar bodoh atau kamu hanya berpura-pura? 
  • Teman khayalan saya mengatakan bahwa Anda membutuhkan seorang terapis. 
  • Dia tersenyum sederhana, lebih sinis daripada tersanjung. 
  • Sarkasme: Membantu orang-orang yang cerdas menoleransi tumpahan selama ribuan tahun.   

12 Hal Hanya Orang Sarkastik yang Akan Memahaminya


Nggruthu.com -  Dari 7 miliar orang di planet ini, hanya ada segelintir orang yang bisa mengklaim berenang di kolam sarkasme. 

Berikut daftar hal-hal yang akan disinggung orang-orang sarkastik.

Jika Anda berpikir, Anda adalah orang yang memiliki ciri-ciri kepribadian sarkastis yang langka , Anda akan menyadari bahwa ada saat-saat ketika humor Anda dapat berakhir sia-sia karena tidak mendapatkan respons yang pantas. Saya juga memahami rasa sakit ketika teman-teman Anda tidak mendapatkan humor Anda dan Anda merasa seperti apa sih! Itu belum semua. Mari kita periksa seluruh daftar.

1. Terkadang orang menganggap serius.
Apa yang salah dengan mereka

2. Mengapa dia marah, itulah gaya saya menunjukkan cinta.
Apakah dia tidak mengenal saya?

3. Saya serius. percayalah padaku.
Anda tidak cukup cerdas untuk menebak.

4. Anda bahkan tidak menyadari bahwa Anda sedang menyindir. Ini kebiasaan sekarang.
Apa! Mengapa kamu tertawa?

5. Anda mudah bosan.
Itu hanya omong kosong yang sama. Tidak ada yang inovatif.

6. Anda tahu ketika orang berbicara omong kosong dan tidak ingin menjadi bagian dari diskusi menyebalkan.
Tidak saya semua baik. Ya saya yakin.

7. Anda hampir tidak dapat menyembunyikan emosi Anda dari orang-orang.
Aku hanya tidak menyukaimu.

8. Anda merasa sulit untuk memuji orang lain.
Mata Anda sama dengan yang lain dengan retina dan mekanisme terbalik yang sama.

9. Anda memiliki satu kekhawatiran - Bagaimana jika orang tidak menganggap Anda lucu sama sekali?
Apakah saya membuat mereka kesal?

10. Orang-orang tidak mengajukan banyak pertanyaan kepada Anda karena mereka tahu bahwa Anda akan mengatakan sesuatu yang lucu
Hei, aku tahu jawabannya. Percayalah padaku. Tanya saja saya. Dengan sopan.

11. Berapa banyak waktu Anda akan mengatakan 'hanya bercanda'
Dua kali sehari?

12. Anda merasa sulit untuk bertemu orang baru dan berteman dengan mereka.
Nah! Dia tidak akan bisa mendapatkan bakat saya.

Semuanya Harus Lewat Latihan, Walaupun Cuma Sandalan.


Nggruthu.com - Suatu ketika kiai pernah berkata "Kullu Syaiin Latiyyatun walau Sandalan"
Mungkin ini plesetan dari maqolah: Al Akhlaq bit Takholluq
Semuanya harus lewat latihan, walaupun cuma sandalan.
Sebab Budi pekerti itu bukan bawaan bayi tapi dilatih setiap hari.

Jadi dermawan juga perlu latihan, kalau gak ya sampai tua bisanya cuma ngisi kotak pakai uang seribuan
Pikiran juga dilatih, lewat membaca & menganalisa dg jernih. Kalau sekali baca berita trus dibagikan itu tanda gak pernah makan sekolahan

Terakhir.. Ijab qobul musti latihan juga. Jangan ditanya Penghulu jawabnya "Qobiltu Nikaha warhamha wa'fu anha.."


7 November 2018

Irawan; Panggilanya Rawan


Nggruthu.com - Kang Sarwan dari kampung sedang mencari saudaranya di Jakarta.
Sampai di perlintasan kereta, tiba2 dia nangis sejadi-jadinya.
“Kenapa mas?”
“Adik saya sudah meninggal”
“Sabar ya. Di mana adiknya?”
“Gak tahu. Ini lagi nyari”
“Loh? Namanya siapa”
“Irawan. Panggilannya Rawan”


Politik Itu Ajang Konflik


Nggruthu.com - Dalam hari-hari ini, menjelang Pemilu 2019, publik di Indonesia tak bisa menghindari pembicaraan soal politik. Politik menjadi pembahasan sehari-hari, khususnya soal calon presiden-calon wakil presiden yang dielus-elus jadi pilihannya dalam Pilpres itu.

Demikian pula soal calon legislatif, sejumlah nama sudah di saku baju. Tinggal siapa nanti yang bakal dipilih di bilik suara dalam perayaan demokrasi nanti.

"Tahun politik, jadinya sulit menghindari pembicaraan politik. Dalam pengertian Barat politik itu konflik (rebutan kuasa),sehingga timbul definisi politik itu konflik yang dilembagakan."

Kitab kuning klasik, mendefinisikan politik ( siyasah ) adalah upaya untuk memperjuangkan kemaslahatan hidup manusia baik dunia maupun akherat. Jadi bukan konflik yang ditonjolkan.
"Makanya timbul istilah NU ada dimana mana, suatu kearifan lokal untuk mencegah konflik politik. Beda pilihan biasa, jangan menjadi konflik diantara kita."

6 November 2018

Penyebab Sandi Meneguk Kopi Susu Tanpa Diaduk Terlebih Dahulu


Foto Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno meminum segelas kopi susu di Kota Makassar ramai diperbincangkan netizen. Penyebabnya, Sandi meneguk kopi susu tanpa diaduk terlebih dulu

Melalui unggahan video di media sosialnya, Sandi sengaja tidak mengaduk kopi susu itu untuk mengetahui cita rasa dan tingkat keasamannya.

"Toraja Arabika, sengaja tidak diaduk dulu supaya berasa aromanya dan tingkat keasamannya," ucap Sandi dalam video singkat itu saat berkunjung Warung Kopi Azzahrah, Jl Bandang.

5 November 2018

Cerita Santri Ghosob Sandal Gus Dur


Nggruthu.com - Istilah Ghosob berasal dari fiil madly yaitu kata ghoshoba, yaghshibu, ghoshbun yang artinya merampas, mengambil dengan paksa/kekerasan (Kamus At-Taufiq, 2004, 455). 

Kebiasaan ghosob ini sering dilakukan oleh para santri, meskipun makna ghosob berkaitan dengan kata kekerasan serta rampasan yang terkesan anarkis, akan tetapi dalam prakteknya tidaklah seperti yang di bayangkan. Karena biasanya para santri  melakukan hal terebut, berupa ghosob  ringan yaitu mengambil atau memakai sandal santri lain tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada  pemiliknya, sandal merupakan barang terlaris yang menjadi sasaran praktek ghosob para santri.

Imbasnya sandal santripun akan susah di deteksi atau lebih parah lagi tidak akan kembali , tidak kembalinya bukanlah hilang akan tetapi keberadaan bisa jadi berada di tempat lain, namun kadang kala sandal yang telah lama hilang, ada kemungkinan kembali lagi,  jika masih beruntung sandal tersebut masih utuh dengan pasangannya, akan tetapi kadang sandal yang telah di ghosob sering kali kembali sudah menjadi sandal selen atau sandal kanan dan kiri tidaklah pasangan sesungguhnya.

Di dunia santri, ada keyakinan untuk "ngalap berkah" atau mencari berkah. Cium tangan guru dan kiai adalah salah satu yang populer. Ini termasuk silaturahmi, atau "sowan" ke "ndalem" kiai. Ada pula, mencari berkah kiai dengan cara yang nyentrik, unik, sekaligus konyol. Begini kisahnya.

Alkisah, suatu hari, mendekati Pemilu 1999, Gus Dur melakukan safari, atau dalam istilah santri, sowan ke kiai-kiai khos. Tersebutlah, kiai karismatik Majenang, Kabupaten Cilacap, KH Najmudin, pengasuh Pondok Pesantren El Bayan. KH Najmudin atau panggilan akrabnya, Mbah Naj, memiliki ratusan santri baik putra maupun putri.

Singkat cerita, tibalah rombongan Gus Dur di rumah Mbah Naj. Lantas, layaknya tamu, mereka pun dijamu dan berbincang santai dengan seluruh anggota rombongan. Perihal maksud dan tujuan Gus Dur sowan kepada Mbah Naj, seperti kebiasaan para kiai, hanya diketahui oleh dua ulama besar ini, empat mata.

Usai sowan, rombongan Gus Dur kala itu hendak salat berjemaah di masjid pesantren yang letaknya berhadapan dengan rumah Mbah Naj. Celaka, sandal Gus Dur tinggal satu. Pasangannya, hilang. Pengikut Gus Dur, santri, dan pengurus pondok pun mencari ke berbagai penjuru. Namun, satu sandal itu tak ditemukan.

Maka dengan kerelaan hati, Gus Dur meminjam sandal yang tersedia di halaman. Ia paham, tabiat santri yang suka meminjam tanpa bilang-bilang (gasab).

"Gus Dur sangat paham dengan dunia santri. Beliau meyakini, bahwa santri yang mengambil itu tak berniat mencuri. Si santri hanya ingin karomah Gus Dur," tutur Lurah Pondok El Bayan Majenang.

Dengan kerelaan hati pula, Gus Dur, ketika berpamitan, meninggalkan satu sandalnya yang tertinggal. Oleh karena itu, si santri pun gembira bukan kepalang karena ia memperoleh sepasang sandal Gus Dur.

Tapi tidak semua santri lho..... 

4 November 2018

Arab Saudi Juara Piala AFC U-19 2018


Nggruthu.com - Arab Saudi tampil gemilang sejak babak pertama. Bintang Arab Saudi Turki Al Ammar menjadi pembeda di laga itu, dan berpengaruh besar untuk  memastikan negeri timur tengah itu sukses merebut gelar ketiga mereka di level U-19 ini, atau yang pertama sejak 1992.

Adalah Turki Al Ammar melepaskan tembakan terarah di menit- menit ke dua, mengawali sukses Arab Saudi menjebol gawang Korea Selatan Lee Gwong yang sebelumnya sukses menggagalkan tembakan awal  Abdulmohsen Al Qahtani.

Arab Saudi menambah keunggulan pada menit ke-22 melalui eksekusi Khalid Al Ghannam. Sedangkan Korea Selatan baru bisa membalas pada menit ke-64 melalui titik penalti. Hukuman 12 pas diberikan setelah Jeon Se-jin dikasari Muhannad Al Shanqiti di kotak terlarang.

Dengan hasil ini maka Arab Saudi berhak menjadi juara Piala AFC U-19 mematahkan dominasi Jepang dan Korea di Asia.

Beggitulllah Kurrra-kurra


Nggruthu.com - "Kalian gembar-gembor kampanye mencari sosok pemimpin umat Islam yang Islami, tapi mendukung capres-cawapres yang sama sekali tidak mengerti seluk-beluk Islam. Dari sini saja sudah ketahuan kalau kalian ndobos alias nggedebus belaka."

@Twitter

3 November 2018

Menjual Agama Dengan Tujuan Dunia


Nggruthu.com- Percakapan Mr.A :Siapapun yang menjual agama Islam dengan harga murah akan bangkrut dan runtuh. Lihatlah ormas, parpol, atau perseorangan yang sok bilang memperjuangkan Islam tapi berperilaku yang bertentangan dengan Islam seperti korupsi, se-wenang-wenang, intoleran pada gilirannya pasti runtuh. Islam harus membawa damai.

Mr.B : Sedikit setuju. Tapi janganlah mengeneralisir pak. Kalau oknum, katakan oknum. Bahkan mungkin oknum itu sendiri mungkin gak pernah teriak- teriak memperjuangkan islam. Cek aja!
Istilah "menjual agama Islam" itu kok rasanya gak edukatif. Islam spt sebuah barang. Coba pakai istilah lain yang lebih edukatif

Mr. A : Menggeralisir bagaimana? Saya kan bilang “siapapun”, artinya hanya berlaku bagi yang melakukan. Lagi pula, kalau Anda (pernah) membaca Qur’an pasti pernah membaca ayat “Walaa tasytaruu biayaatillahi tsamanan qaliilaa”, Jangan kamu jual ayat-ayat (agama) Allah dengan murah”.



Menilai Seseorang Lewat Tampang dan Busana


Nggruthu.com- Jangan menilai seseorang dari wajah dan pakaiannya, tapi nilailah dari hati, sifat, kelakuan, dan perangainya.

Terlihat mudah, tapi nyatanya sangat sulit.

Ada banyak orang yang tak punya cukup waktu untuk bisa menilai kita dari hati, sifat, kelakuan, dan perangainya. Maka, salah satu jalan pintasnya ya lewat pakaian.

Itulah sebabnya kenapa kalau interview kerja kita harus datang dengan pakaian yang tertib, kenapa kalau kita datang bertamu ke rumah seseorang kita sebaiknya menggunakan busana yang rapi, kenapa kalau kita datang ke rumah seseorang untuk melamar harus berpakaian yang sopan.

Bahkan saat sholat, meratap pada Gusti Alloh, entitas yang sudah pasti tahu bagaimana hati, sifat, dan perangai kita, kita tetap diperintahkan untuk menggunakan pakaian yang bersih, yang baik.

Kalau kata pepatah Jawa, "Ajining Diri Soko Lathi, Ajining Rogo Soko Busono"

Jadi kalau ada yang menganggap kita adalah orang yang urakan, tak bisa diharapkan, dan tidak teratur, hanya karena pakaian yang kita kenakan berantakan, maka mereka tidak sepenuhnya salah.

Soal berpakaian ini emang unik sih. Coba deh kamu lihat orang-orang sukses di dunia. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg, mendiang Steve Jobs pendiri Apple, atau mungkin mantan Presiden Amerika Barack Obama, gak pernah neko-neko soal pakaian.

Yang penting, baju itu sopan dan fleksibel. Udah gitu aja. Buat apa mahal-mahal. Setuju gak?

2 November 2018

Boyolali dan Konsep Duplikasi Djakarta


Gara- gara rame ditwitter yang bahas tagar #savemukaboyolali saya jadi tertarik melihat seperti apa sih Boyolali itu..?

Nggruthu.com-  Gak banyak orang tahu kalau di kaki gunung Merbabu sebelah timur terdapat Kabupaten dengan julukan sebagai Kota Susu, terletak 20 km dari kota Surakarta dan 2-3 jam perjalanan dari kota Yogyakarta. Kabupaten ini merupakan kabupaten multi-kondisi, kenapa gitu ? Karena kabupaten ini punya 19 kecamatan yang memiliki kondisi alam yang berbeda, mulai dari dataran pegunungan, dataran sawah dan ladang hingga dataran gersang. Lengkap, kan ?

Ada hal yang sangat menarik dari kota Boyolali ini lho bosqu, Pembangunan kantor Kabupaten di boyolali dan beberapa bangunan di Kota ini entah kebetulan atau niru sangat mirip dengan konsep kota Jakarta lho.. kira-kira apa saja sih...

1. Gedung Kantor Bupati = Istana Negara Jakarta


2. Gedung MPR RI = Gedung DPR RI


3. Patung Arjuna Boyolali = Patung Arjuna Wijaya


4. Patung Jendral Soedirman Boyolali = Patung Soedirman Jl. MH Thamrin


Patung Jenderal Soedirman di Sisi Barat Komplek Kabupaten Boyolali, Monumen Panglima Jenderal Soedirman di Boyolali tersebut akan mengingatkan kepada generasi penerus bangsa. "Beliau (Soedirman) telah berjuang dan tidak pernah membiarkan bendera penjajah berkibar di Tanah Jawa

Patung Jenderal Soedirman di Jakarta, walaupun beda style tapi saya melihat kesamaan konsep Patung ini yaitu Patung Jenderal Soedirman.

#Wajok (Warung Pojok) tutup tirai.

#SaveMukaBoyolali Menjadi Trending topic di Twitter, Ini Penyebabnya


Nggruthu.com- Tagar #SaveMukaBoyolali sedang menjadi trending topic di Twitter. Pemicunya adalah pidato Ketua Umum Gerindra Bapak Prabowo Subianto saat mengunjungi Boyolali, Jawa Tengah.

Dalam video pidato Prabowo yang kini viral, calon presiden (capres) dari Koalisi Indonesia Adil Makmur itu bercerita tentang hotel-hotel luks di Jakarta. “Sebut saja hotel mana yang paling mahal di dunia, ada di Jakarta,” ujarnya.

Mantan Danjen Kopassus itu lantas menyebut sejumlah nama hotel. Antara lain Ritz Carlton, Waldorf Astoria dan St Regis.

Menurut Pak Prabowo, banyak orang Indonesia tak akan mampu menginap di hotel-hotel mahal kelas dunia itu. “Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut,” ujarnya.

“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini,” katanya.

Cuplikan video pidato Prabowo yang mencatut tentang ‘tampang Boyolali’, jadi rame. Padahal kan maksud Prabowo, itu hanya kiasan untuk menyimbolkan marhaen semata.

Positif thinking wae... Om Prabs sedang memuji karakter orang Boyolali yang tahan banting. Termasuk sifat ulet dan tahan banting menghadapi kemiskinan, kemelaratan, tanah yang tidak terlalu subur, sekadar jalur yang cuma buat dilintasi kalau melewati rute Semarang-Solo, ataupun wilayah yang tak terlalu punya banyak potensi wisata.

Warga Boyolali mengubah berbagai situasi tak menguntungkan tadi jadi lahan penghidupan. Kita tumbuhkan sentra kerajinan tembaga, wisata air buatan, dan tentu saja: ternak lele. Orang Boyolali tidak nerimo begitu saja. Kami ndableg. Sebab, kami mengupayakan perbaikan nasib tanpa menunggu uluran tangan orang lain.

Ojo nesu bosqu......

Itungo Nomor Hp Nok Umahmu



Nggruthu.com- Zaman dulu, sangat jarang ada satu rumah punya lebih dari satu nomor telepon. Zaman now, satu orang bisa punya banyak nomor telepon. Malah ada satu orang yg punya ratusan akun medsos. Apa ndak pusing itu njawabnya?

Jajal itungo nomor hp nok umahmu....??